The Little House of Treasure

The memories I treasure the most.

Calculus… I’m in Love (Anonim)


Hey guys! Just want to share a poem I got from somewhere which makes a complicated subject become very entertaining. Classic but you’ll never get bored from it

Calculus… I’m in Love (Anonim)

~
Cintaku bagai sebuah fungsi
Yang melaju tak terbendung secara eksponensial
Ingin kukuadratkan secara sempurna
Menjadi grafik fungsi cinta abadi
~
Cintaku tak terdiferensialkan secara parsial,
Juga secara eksplisit, apalagi secara implisit
Tetapi terintegralkan secara rasional
Ingin kuperiksa kekontinuan cinta ini
Apa daya… masih kutemukan simtot tegak yang membelahnya
~
Hatiuku terus bergejolak, terasa ganjil dan sulit ku-linearkan
Analisis secara real pun tak banyak membantu
Alangkah kompleksnya mencari titik kestabilan system cinta ini
Oh… hidupku menjadi tak terdefinisi
Laju perubahan cintaku terhadap waktu sungguh cepat
Tetapi tak beraturan seperti kurva sinus yang bergejolak
Kalkulus pun menangis, hatinya menjerit menatapku
Karena merasa sosoknya tak berguna lagi di himpunan ini
~
Ingin rasanya ku transformasikan cinta ini
Dan mengkonversinya menjadi bilangan cinta
Sehingga kuperoleh titik singgung antara hatiku dengan hatinya
Dan menggapai kehidupan yang terdefiunis
~
Limit perbedaan antara kita, tak menjadi kendala bagiku
Keyakinanku sudah mencapai titik maksimum
Mari kita substitusikan dua fungsi cinta ini
Menjadi satu persamaan fungsi cinta abadi.

Cintaku bagai sebuah fungsi
Yang melaju tak terbendung secara eksponensial
Ingin kukuadratkan secara sempurna
Menjadi grafik fungsi cinta abadi

Cintaku tak terdiferensialkan secara parsial,
Juga secara eksplisit, apalagi secara implisit
Tetapi terintegralkan secara rasional
Ingin kuperiksa kekontinuan cinta ini
Apa daya… masih kutemukan simtot tegak yang membelahnya

Hatiuku terus bergejolak, terasa ganjil dan sulit ku-linearkan
Analisis secara real pun tak banyak membantu
Alangkah kompleksnya mencari titik kestabilan system cinta ini
Oh… hidupku menjadi tak terdefinisi
Laju perubahan cintaku terhadap waktu sungguh cepat
Tetapi tak beraturan seperti kurva sinus yang bergejolak
Kalkulus pun menangis, hatinya menjerit menatapku
Karena merasa sosoknya tak berguna lagi di himpunan ini

Ingin rasanya ku transformasikan cinta ini
Dan mengkonversinya menjadi bilangan cinta
Sehingga kuperoleh titik singgung antara hatiku dengan hatinya
Dan menggapai kehidupan yang terdefiunis

Limit perbedaan antara kita, tak menjadi kendala bagiku
Keyakinanku sudah mencapai titik maksimum
Mari kita substitusikan dua fungsi cinta ini
Menjadi satu persamaan fungsi cinta abadi.

· · Share

2 Responses to “Calculus… I’m in Love (Anonim)”

  1. seken Says:

    astaga….

  2. michag09 Says:

    setuju ga sm ni puisi? hehe

Leave a Reply